Pengisian refrigeran pada sistem pendingin sangat penting untuk pengoperasian sistem. Pengisian yang tidak mencukupi akan mengakibatkan penguapan evaporator yang tidak memadai, tekanan hisap kompresor yang terlalu rendah, kapasitas pendinginan yang berkurang, dan bahkan kompresor menjadi terlalu panas. Pengisian yang berlebihan akan menyebabkan tekanan buang kondensor terlalu tinggi, refrigeran cair mengalir kembali, dan bahkan merusak kompresor. Sebagian besar sistem memiliki batasan yang wajar pada jumlah pengisian, tetapi sistem kecil memiliki persyaratan yang sangat ketat pada jumlah pengisian. Berikut adalah delapan metode pengisian refrigeran umum beserta kelebihan dan kekurangannya.
Metode 1: Pengisian cairan
Langkah-langkah pengoperasian:
1. Letakkan botol refrigeran terbalik di atas timbangan, sambungkan pipa pengisian dan katup pengisian, lalu keluarkan gas di dalam pipa.
2. Buka katup botol refrigeran dan katup pengisian, lalu gunakan vakum sistem untuk menyedot refrigeran.
3. Tutup katup keluar penerima cairan, nyalakan kompresor, dan biarkan refrigeran cair mengalir ke dalam sistem.
4. Amati tekanan sistem. Setelah tekanan yang ditentukan tercapai, tutup katup pengisian dan buka katup keluar penerima cairan.
Catatan:
Katup penghenti penerima cairan digunakan untuk mengatur aliran guna memfasilitasi aliran refrigeran ke dalam sistem.
Sistem tersebut perlu dievakuasi hingga mencapai vakum tinggi saat pertama kali dipasang.
Peningkatan tekanan gas buang yang cepat menunjukkan bahwa kondensor sudah penuh dengan refrigeran.
Keuntungan dan kerugian:
Keunggulan: Dapat diaplikasikan pada sebagian besar sistem pendingin.
Kekurangan: Jumlah pengisian refrigeran perlu dikuasai secara akurat, dan jumlah pengisian yang diberikan oleh produsen biasanya diperlukan.
Metode 2: Pengisian gas
Langkah-langkah pengoperasian:
1. Timbang berat botol refrigeran.
2. Hubungkan pipa katup pengukur tekanan ke katup inspeksi hisap dan buang untuk mengeluarkan gas di dalam saluran pipa.
3. Buka katup uap botol refrigeran, nyalakan kompresor, dan atur jumlah pengisian melalui pengukur tekanan.
Catatan:
Setelah pengisian, tutup katup botol refrigeran, amati pengoperasian sistem, dan putuskan apakah akan melanjutkan pengisian.
Keuntungan dan Kerugian:
Keunggulan: Cocok untuk sistem kecil dengan akurasi pengisian tinggi.
Kekurangan: Hanya cocok untuk pengisian refrigeran dalam jumlah kecil (biasanya tidak lebih dari 12 kg).
Metode 3: Metode penimbangan
Langkah-langkah pengoperasian:
Timbang berat refrigeran yang ditambahkan langsung ke sistem.
Catatan:
Berlaku untuk situasi di mana jumlah pengisian daya yang dibutuhkan sistem diketahui dan perlu diisi penuh.
Jika jumlah pengisiannya sedikit, refrigeran dalam sistem harus dikeluarkan terlebih dahulu, kemudian diisi ulang setelah perbaikan.
Keuntungan dan kerugian:
Keunggulan: Cocok untuk peralatan terintegrasi dan pengoperasian yang sederhana.
Kekurangan: Jumlah pengisian daya sistem yang akurat harus diketahui terlebih dahulu.
Metode 4: Metode saat ini
Langkah-langkah pengoperasian:
1. Pasang amperemeter penjepit pada ujung input daya pendingin udara.
2. Hubungkan botol refrigeran ke lubang pengisian cairan ujung tekanan rendah untuk mengeluarkan gas di dalam pipa.
3. Hidupkan kompresor, buka katup botol refrigeran, amati ammeter, dan hentikan pengisian saat arus mencapai nilai nominal.
Catatan:
Arus listrik dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti fluktuasi tegangan, suhu lingkungan, dan lain sebagainya.
Keuntungan dan kerugian:
Keunggulan: Mudah dioperasikan.
Kekurangan: Arus mudah terganggu oleh faktor eksternal dan memiliki akurasi rendah.
Metode 5: Metode cermin
Langkah-langkah pengoperasian:
Amati aliran refrigeran melalui kaca pengintai di pipa cairan. Aliran refrigeran cair yang transparan menunjukkan pengisian yang tepat.
Catatan:
Gelembung atau kilatan biasanya menandakan kekurangan refrigeran.
Kehilangan tekanan pada pipa cairan juga dapat menyebabkan terbentuknya gelembung, yang perlu dikombinasikan dengan analisis kinerja sistem.
Keuntungan dan kerugian:
Keunggulan: intuitif dan mudah diamati.
Kekurangan: tidak dapat sepenuhnya mengandalkan kaca pengintai untuk menilai, dan metode lain perlu dikombinasikan.
Metode 6: Metode tekanan
Langkah-langkah pengoperasian:
1. Pasang pengukur tekanan di bagian tekanan tinggi dan rendah serta sambungkan pipa pengisian cairan.
2. Hidupkan kompresor, amati indikasi pada pengukur tekanan tinggi dan rendah, dan tentukan jumlah pengisian.
Catatan:
Volume udara kondensasi dan volume udara penguapan yang tidak mencukupi akan memengaruhi hasil uji tekanan.
Sebelum melakukan pengujian, perlu dipastikan bahwa volume udara sistem memenuhi persyaratan.
Keuntungan dan kerugian:
Keunggulan: lebih akurat dalam penilaian berdasarkan tekanan.
Kelemahan: sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal, perlu dipastikan pengoperasian sistem berjalan normal.
Metode 7: Perhitungan metode superheat
Langkah-langkah pengoperasian:
Hitung superheat dengan mengukur suhu dan tekanan hisap pipa hisap evaporator.
Catatan:
Suhu berlebih pada sistem kapiler dipengaruhi oleh tekanan dan hambatan.
Sistem katup ekspansi rentan terhadap pengisian berlebih, dan superheat perlu dikontrol pada 58.℃.
Keuntungan dan kerugian:
Keunggulan: Dapat diaplikasikan pada sistem katup ekspansi dengan akurasi kontrol yang tinggi.
Kekurangan: Pengoperasiannya kompleks dan membutuhkan pengukuran yang tepat.
Metode 8: Metode pengukur ketinggian cairan
Langkah-langkah pengoperasian:
Buka lubang uji ketinggian cairan pada penerima cairan untuk mengamati apakah ada cairan refrigeran yang mengalir keluar.
Catatan:
Wadah penampung cairan berukuran besar dapat dilengkapi dengan indikator pelampung untuk mempermudah pengamatan ketinggian cairan.
Keuntungan dan kerugian:
Keunggulan: Intuitif dan mudah untuk memperkirakan jumlah isian.
Kekurangan: Hanya berlaku untuk sistem yang dilengkapi dengan port pengujian ketinggian cairan.
Ringkasan:
Setiap metode pengisian memiliki skenario penerapannya masing-masing serta kelebihan dan kekurangannya. Memilih metode yang tepat memerlukan pertimbangan komprehensif mengenai jenis sistem, kebutuhan volume pengisian, dan kondisi pengoperasian. Untuk sistem kecil, metode pengisian gas dan penimbangan lebih umum digunakan; sedangkan untuk sistem besar, metode pengisian cairan dan tekanan lebih tepat diterapkan. Terlepas dari metode mana yang digunakan, pengoperasian sistem harus diamati dengan cermat untuk memastikan volume pengisian akurat dan untuk menghindari kerusakan pada sistem.
Waktu posting: 02-Apr-2025



